multi tafsir bahasa pemasaran

Tulisan ini saya buat ketika Batam lagi senang-senangnya menerima tamu dari langit, hujan. Sudah beberapa hari juga saya absen bercengkerama dengan mesin cuci. Toh, kalaupun saya nyuci, nanti cucian saya mau ditaruh dimana. Basah byar kena hujan. Maklumlah kontrakan kami (saya dan suami) belum dipasangi kanopi. 

Jadilah batam yang sendu ini, membuat saya terkurung di rumah seharian. Kalau ndak bikin materi buat awal semester baru nanti, ya saya nge-youtube, kalau bosen ya saya mbacain artikel-artikel di indoprogress dan mojok, trus kalau masih bosen? ya gangguin suami. haha.

***

Kalau ada soundtrack, tulisan ini cocok banget dikasi backsound iklan JD.ID. Berawal dari suami saya yang menemukan iklan sebuah perumahan di laman facebooknya, yang bertuliskan "RUMAH CASH BERTAHAP READY STOCK". Maka, sebagai pasangan suami istri yang masih muda (uhuy), tertariklah kami. 

Bagaimana kami gak tertarik, susah loh jeung di Batam ini dapetin rumah cash bertahap selama 60 kali (dengan harga yang paaaas banget di dompet kami). HA HA. Lanjutnya, saya minta suami chat si pemilik iklan tersebut. Kira-kira inti dari percakapannya itu seperti ini..

Suami : Ini harga rumah jatuhnya kira-kira berapa per bulan pak?
Bapak : Rp.sekian pak, untuk 60 kali. ini kalau mau kpr juga bisa. terserah bapak aja
Suami : Pengennya kami sih cash bertahap pak
Bapak : Oh, ini ada juga di Tiban pak, kita bisa gratiskan dapur kalau bapak mau
Suami : Ada biaya tambahan gak?
Bapak : BPHTB sama Pajak pak, itu pun bapak bisa pilih. gratis dapur atau gratis pajak

WHAAA~ LEH UGHA

Suami : Memang tiban di mananya pak?
Bapak : *ngasih tau tempat* kalau bapak mau cek lokasi, saya temani
Suami : Boleh pak, nanti jam 3 bisa?
Bapak : Siap pak, saya dari batu aji. kalau bapak oke. saja jalan
Suami : Oke pak.

Begitulah kira-kira percakapan ini. Ada ketertarikan dipihak kami dan pemberian harapan dari pihak si penjual itu. Kami berangkat setelah saya menyelesaikan film roman Habibie dan Ainun (nganu, mereka itu mesra pol ya. uwuwu~).

"Sayang, kalau rumah ini oke. kita langsung pindah ya" begitulah rekaman ucapan suami yang terdengar syahdu di telinga. Saat itu...

Sampailah kami di tempat janjian bertemu. Berhubungan sebentar lewat telepon genggam mempertanyakan lokasi masing-masing. Akhirnya kami tau posisi lokasi calon rumah kami. Bertemu dengan Bapak Marketing itu, kami diajak berkeliling menggunakan mobil.

Kami di turunkan di sebuah rumah contoh. ginilah pak, kira-kira rumahnya nanti. kami lihat-lihat dong si rumah contoh itu.

Suami : Oh, ini rumah untuk cash bertahapnya pak?
Bapak : Iya, tapi untuk rumah cash bertahapnya belum ready lah ya pak. kan itu harus di ajukan dulu. Paham-paham lah kan pak.
Suami : gimana pak?
Bapak : Ya, kalau bapak langsung beli jadi trus langsung cash bertahap kan, bank juga gak akan mau. Masa rumahnya udah jadi, baru cash bertahap. ga ada dong untungnya. (begitulah yang saya tangkap dari penjelasannya beliau ya)
Suami : Oh, gitu ya pak
Bapak : Iya pak, jadi gini pak. itu kalau bapak mau yang cash bertahap. masih dalam bentuk lahan. itu pak *nunjuk lokasi* atau bapak mau yang itu, bangunannya sudah naik. paling bapak nunggu sampai tahun depan.
Suami : Oh gitu.

Trus saya?
Image result for meme wtf nigga
gambar oleh : google
Ya gitu, pada akhirnya Bapak marketing tersebut tetap saja memasarkan rumah-rumah KPR-nya. Memang ga bisa disalahin juga sih. Tapi ya, bete juga sih. gimana ya~~

Setelah berkeliling (kami real diajakin keliling dari lokasi satu ke lokasi lain, beda developer loh padahal), kami pamit undur diri. di tengah perjalanan pulang, mungkin karena melihat saya yang tengah kecewa (lantaran seperti di tipu tapi... gatau entah ditipu atau bukan). Keluarlah sabda manis dari mulut suami

"Gak apa-apa sayang, anggap aja kita lagi tour keliling tiban. yah !"



Comments

Popular Posts